VOICES OF ART LITERATURE AND ARTS PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 21 May 2010 03:23

Dalam bidang Seni Suara dan Sastra Tradisional, Bali Utara atau Buleleng juga memiliki kekhasan. Bahkan kekhasan itu masih diiringi oleh fanatisme dalam lingkup yang lebih kecil lagi. Seni makekawin Bali Utara yang hidup dari masa dahulu memiliki ciri berbeda dengan Bali Selatan. Di Bali Utara sendiri ada gaya Dauh Enjung dan Dangin Enjung. Di kawasan Dangin atau Dauh Enjung sendiri lagi memiliki kekhasan gaya desa masing-masing. Dan tentu, yang namanya fanatisme itu melahirkan subyektivitas, bahwa yang paling baik adalah seni suara tradisional dari desanya. Namun semuanya ini tentu diambil positifnya dalam kerangka pelestarian seni budaya Bali Utara secara keseluruhan.

Makekawin yakni melagukan irama Kekawin dengan guru-laghunya, biasanya diimbuhi dengan Mabebasan yakni menerjemahkan bait-bait kekawin itu ke dalam Bahasa Bali lumrah. Keduanya tentu memerlukan keahlian yang prima, apalagi jikalau tampil di ajang pentas di depan khalayak seperti pada saat Gong Mabarung. Di samping irama Kekawin, irama lainnya seperti Kidung, Pupuh – Geguritan juga dimiliki oleh masyarakat Bali Utara. Dan itu memiliki kekhasan juga, berbeda satu sama lainnya.

Ada desa-desa tertentu yang menjadi sentra pembelajaran dan pemahaman Kekawin ataupun hasil sastra lainnya. Anggota masyarakat datang dan belajar ke desa-desa itu. Dari tempat serupa itulah kemudian lahir seniman seni suara tradisional yang kemudian mewariskan kebolehannya kepada generasi berikutnya sampai sekarang yang kemudian dikenal tergabung dalam Pasantian-pasantian. Cukup sering di dalam ajang lomba Seni Suara Utsawa Dharma Gita tingkat Propinsi Bali atau bahkan tingkat Nasional yang diselenggarakan secara rutin, kontingen dari Buleleng mendapatkan peringkat pertama, dengan kekhasannya. Itu berarti seni suara tradisional Bali Utara tidak bisa dipandang sebelah mata.