Buleleng Museum PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 21 May 2010 03:27

Asithi Tahun 1994, Atas Aspirasi Seniman Dan beberapa budayawan asal Bali Utara bermukim Yang Di Denpasar, bertempat Sasana Budaya Di kota Singaraja, Seiring pertunjukan Artikel Baru Barong "Narasinghamurtti" Sanggar Sumurddhasari, Satu proposal diajukan kepada Pemda Kabupaten Buleleng tidak aktif Bupati Drs I Ketut Wirata Sindhu, Satu untuk Artikel membuat Museum Di Buleleng Yang akan keanaeragaman menjadi identitas Gambaran Masyarakat Bali Utara

Dalam proposal ITU, dicantumkan Satu paket Kawasan Wisata Budaya berupa: Gedong Kirtya, Museum Buleleng, Sasana Budaya sebagai Seni Pertunjukan Panggung Pementasan Kios-Kios Dan cenderamata berupa kerajinan Dan Barang Seni Khas Buleleng Di sekitarnya. Kawasan Artikel Baru akan keanaeragaman Suami didukung paket wisata Pasar Ke Pasar tradisional sebagai Buleleng, Puri Buleleng - Puri Kawan Baik maupun Puri Kanginan dan Jaksa Pura Desa - Bale Agung, Buleleng, Permasalahan Pelabuhan Buleleng Artikel Baru Penginapan Di Danijel Lovina Pemuteran.

Sementara I Gusti Ketut ITU Simba sebagai Kepala Kantor Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kabupaten Buleleng, mulai mengoleksi Benda-Benda purbakala termasuk sarkopagus Di kantornya.

Bupati Buleleng Drs waktu ITU Ketut Wiratha Sindhu, belum menanggapi secara Serius, KARENA kesibukannya. Namun ide ITU Terus melekat Di dalam pemikirannya. Pak Wirata merealisasikannya Artikel Baru Di penghujung jabatannya MASA Artikel Baru membentuk Tim UPTD Gedong Kirtya Artikel Baru Ketua Pelaksananya Gde Dharna, Seniman Serba Bisa Buileleng yang. Gde Dharna, saya GST Ketut Simba, aku GST Putu Teken, Nengah Tinggen Dan beberapa Seniman Lainnya, Oleh Ketua dibantu Listibiya Buleleng Drs Aku GST BGS Sudhyatmaka suatu Sugriwa dalam "sekaa demen" secara tekun melakukan perburuan terhadap Benda-Benda peninggalan purbakala Dan Seni Budaya Di Kawasan Bali Utara.

Maka yang bernuansa PADA tepat 30 Maret 2002, untuk berlangganan My Museum Buleleng diresmikan Bisa Dan dibuka. Beberapa isinya berupa peninggalan purbakala Balai Arkeologi Oleh dibantu, Denpasar.

Seiring perjalanan waktu untuk Artikel Artikel Baru, Tetap diprakarsai Drs I Ketut Wiratha Sindhu, walau sudah tidak menjabat Bupati, inisial kelompok "memekarkan" ide Artikel Baru membuat yayasan untuk berlangganan My digodog Di Tempat Yang termasuk Rumah Di beberapa Pak Wirata Di bilangan Banyuatis. Tim UPTD ITU berlangganan My lebur menjadi Yayasan Pelestarian Warisan Budaya Bali Utara. Yang demen Mereka berkumpul dalam sekaa ITU kemudian membagi Diri: Ada Yang menjadi Pembina Yayasan Dan Ada Yang menjadi Pengurus Yayasan. Mereka adalah Drs Yang menjadi Pembina I Ketut Wiratha Sindhu Yang kemudian dipercaya menjadi Ketua Pembina, I Gde Dharna, Prof Dr Dewa Komang Tantra, Ketut Englan, Drs aku GST Kt Simba, Ir Ida Bagus Ketut Swarjana, Drs aku GST Pt Teken, Drs Kt Lama, diimbuhi Artikel Baru Drs Putu Bagiada Bupati Buleleng Yang menjadi. Drs I GST BGS Sudhyatmaka Sugriwa kemudian menjadi Ketua Umum Yayasan, KARENA tidak boleh merangkap Di Pembina. Itulah Kisah lahirnya Museum, sekaligus Yayasan Pelestarian Warisan Budaya Bali Utara.

Jalan masih Panjang Oleh ditapaki untuk Artikel Ke depan Museum inisial. Museum Buleleng inisial akan keanaeragaman Bisa mendukung keberadaan Gedong Kirtya - Museum Manuskrip ITU Yang sudah mendunia dan Jaksa PADA Tahap berikutnya Bisa terwujud berlangganan My Tengah Kawasan Budaya Di kota Singa.

Last Updated on Sunday, 23 May 2010 14:53